Ganbatte kudasai,,!!

Ganbatte kudasai,,!!
Belajar,,Belajar,,

Ahlan Wasahlan..


“Ambillah hikmah dari siapa saja, sebab hikmah itu kadang-kadang diucapkan oleh seseorang yang bukan ahli hikmah. Bukankah ada lemparan yang mengenai sasaran tanpa disengaja?” (HR. Al-Askari dari Anas ra dalam kitab Kashful Khafa’ Jilid II, h.62)
Tampilkan postingan dengan label Catatan Kecil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Kecil. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 April 2012

Karena Mereka Menyentuh Kami dengan Hati

Waktu itu adalah masa-masa kami menikmati sekolah menengah atas (SMA). Sekolah saya mengadakan program mentoring, yaitu program halaqoh (duduk melingkar terdiri atas beberapa orang anak) yang diisi oleh LPPM (Lembaga Pembinaan Pelajar Muslim) Cendekia Batu.


LPPM CENDEKIA KOTA BATU


Awal perkenalan kami dengan kakak pembina yaitu ketika acara Out Bond Pengenalan Lingkungan Sekolah  Siswa baru, kemudian terus berlanjut, seminggu sekali pasti kita akan bertemu dengan kakak-kakak pembina LPPM Cendekia yang ramah dan baik hati itu.


Sejak pertama berjumpa saya sudah tibo tresno dengan mereka..hahahayy.. mereka memiliki visi misi yang sama dengan saya, selain itu karena bagi saya mereka begitu anggun dalam balutan jilbab dan sapaan ramah serta senyum mereka yang tak pernah lepas dari wajah mereka membuat saya cepat akrab dengan mereka. Setiap Sabtu mulai pukul 08.00 kita mulai agenda mentoring dengan tilawah alQuran dilanjutkan dengan kultum secara bergiliran dan selanjutnya yaitu materi inti. Diakhir mentoring ada sesi cerita-cerita tentang hal pribadi yang mau di share kandan  juga sesi kontrol amal yaumiyah (amal sehari-hari).


Memang jika dibandingkan dengan para ustadzah yang mengajar saya di pesantren, tentu pengetahuan agama mereka belum semumpuni para ustadzah saya. Namun, saya tidak melihat dari itu semua. Saya merasakan ada ketulusan yang terpancar dari hati mereka untuk selalu membina ruhiyah kami.


Disaat para orang tua kami mungkin sudah tak peduli dengan sholat anaknya, mereka selalu mengingatkan bahkan mencari solusi bersama bagaimana membangunkan salah seorang di antara kami yang sering bolong sholat subuhnya. Di saat para orang tua kami tidak mau direpotkan masalah tilawah, kami setiap pekan diberi target untuk membaca alQuran satu juz. Disaat orang tua kami tidak peduli dengan shoum sunnah, mereka selalu mengingatkan. Bagi saya semua itu sangatlah tidak memberatkan karena di pesantren saya sudah terbiasa dengan didikan seperti itu.


Banyak hal bermanfaat yang saya perolehselama saya dibina oleh LPPM Cendekia. Disitu Saya bisa belajar berbicara di depan teman-teman sendiri dalam kelompok. Selama ini saya orangnya pendiam dan enggan untuk berbicara di depan umum. Mulai dari kelompok kecil inilah saya belajar menjadi MC, belajar memberi kultum, dan sebagainya. Ternyata sekarang saya harus cerewet di depan kelas, ehehhhe...alhamdulillah saya merasa terbantu dari mentoring. Belajar untuk selalu dekat dengan Allah, belajar untuk selalu beramal sholih,  belajar selalu menghargai teman, belajar untuk bersikap lembut, belajar untuk saling berbagi ilmu pengetahuan, meski itu hanya sekedar resep masakan..dan banyak lagi.


Yang paling terasa hingga saat ini adalah kekuatan ukhuwah yang ada di antara kami. Kurasa itu alasan mengapa saya masih ta'liful quluub dengan mereka. Alhamdulillah selepas SMA, teman-teman saya satu halaqoh dulu  masih istiqomah untuk berkerudung, qiyamul lail, sholat dhuha, dan shoum sunnah. Sampai sekarang masih terasa jejak-jejak sentuhan kakak-kakak pembina kami. Semoga itu adalah bagian dari amalan sholih yang akan memberatkan timbangan di yaumil hisab nanti. Aamiin
***

Beberapa hari ini mungkin perhatian kita masih tersita dengan peristiwa kerusuhan yang dilakukan oleh geng motor di Jakarta, bahkan ada yang tewas akibat adanya kerusuhan itu. Saya bertanya-tanya apa latar belakang mereka membentuk geng motor- saya menyebutnya "garis kiri"- dan tentunya bagaimana memecahkan akar permasalahan itu. Menurut para pembaca, solusi apa yang dapat diberikan????

Rabu, 11 April 2012

Waktu Jam Istirahat


Senang sekali rasanya bisa ngobrol dengan teman yang ternyata memiliki karakter yang mirip, memiliki kebiasaan yang hampir sama, dan meimiliki hobby yang sama pula. 
Waktu itu sedang jam istirahat kedua, saya masih di dalam kelas tujuh untuk mencharger Laptop yang belum penuh. Anak-anak sudah keluar kelas semua jadi tinggal saya saja. Tiba-tiba ada teman saya masuk kelas, beliau guru bahasa Arab. Saya ngobrol sebentar dengan beliau, dan beliau menghampiri laptop saya dan membacanote saya - Mengelola Ketidaksempurnaan - yang kebetulan masih terbuka. Selanjutnya mengalirlah obrolan saya dengan beliau. Banyak sekali cerita yang di share, dan saya banyak mendapat ilmu dari ibu berputra 3 ini. Salah satunya note yang saya beri judul 
Yang Kita Butuhkan sebenarnya adalah Kaya Hati.

Ada beberapa point yang dapat saya ambil dari hasil obrolan saya dengan beliau.
1. Jangan pernah lelah untuk belajar . Belajar mengatur rumah tangga, belajar untuk mengenal karakter suami, belajar ilmu parenting, dan bla..bla..bla..
2. yang menarik dari beliau. Beliau ketika masih muda suka berorganisasi dan tidak suka dengan anak kecil. Sehingga ketika hamil anak pertama dia berusaha belajar ilmu parenting. Seminar demi seminar beliau ikuti, tak ketinggalan pula buku-buku parenting beliau baca. Beliau berbagi ilmu bagaimana cara berkomunikasi dengan anak yang baik, bagaimana cara menyuruh anak, dan bagaimana cara menghargai anak.
3. Yang menarik lagi, beliau selalu mencatat perkembangan ketiga anaknya sejak dalam kandungan. Jadi beliau punya diari khusus untuk ketiga anaknya. Kapan anaknya mulai bergerak dalam kandungan, kapan mulai bisa ngomong "aaa..", kapan mulai bisa berjalan semuanya ada di dalam diary itu. Beliau suka mengarsipkan setiap dokumen, misalnya id Card ikut seminar, id card ikut lomba, bahkan catatan bahan bangunan ketika membangun rumah pun ada. Bagi beliau setiap peristiwa memiliki nilai sejarah jadi beliau tidak mau menyia-nyikannya. Catatan diary setiap anaknya adalah salah satu bentuk ungkapan rasa kasih sayang beliau kepada putra-putranya. 
4. Beliau memiliki kebiasaan suka menulis sehingga seringkali bila ada unek-unek kepada suaminya dan tidak bisa dia ungkapkan secara langsung beliau tuliskan dalam suratnya. Hahahahaha... 

Itu sekelumit cerita siang saya...hahahayyy, mana cerita siangmu?!
kalau anda merasa terganggu dengan Tag note ini, monggo silakan di remove..

Yang Kita Butuhkan sebenarnya adalah Kaya Hati


"Ya, Allah, Ma, kalau bisa kayak gini setiap hari nikmat sekali hidup ini. Bisa kumpul bareng sama anak-anak, belajar membaca al-Quran bareng-bareng. Ini nikmat yang paling nikmat wes..." Kata sang suami selepas sholat maghrib. 
"Mama juga seneng ayah bisa kumpul keluarga hari ini" kata sang istri sambil tersenyum dan melanjutkan mengajari dua puteranya membaca al-Quran

Setiap hari sang suami yang berprofesi sebagai arsitek harus terjun ke lapangan untuk mengerjakan berbagai proyek. Rutinitasnya bangun pagi-pagi buta pulang malam bahkan hampir pagi sehingga sangat sedikit waktu untuk bisa bercengkrama dengan keluarga. 
Selang beberapa waktu kemudian telepon berdering ternyata telepon dari teman ayah.
Ayah : Assalamualaikum
Teman Ayah: Wa'alaikumussalam. Pak, jenengan sedang dimana?
Ayah : saya lagi di rumah, Pak
Teman ayah: heh? enaknya lagi di rumah. Suara siapa itu? suara anak-anak ya?
Ayah: Iya, suara anak-anak lagi ngaji.
Teman Ayah: subhanallah, enak bener! Saya lagi di kota X sedang ada bisnis. Aduh, Pak, westalah, nikmat yang paling nikmat itu bisa kumpul sama keluarga. Saya jarang bisa kumpul sama keluarga.

Lain cerita....
Ada pasangan suami istri yang berasal dari keluarga kaya raya. Mereka termasuk pengusaha rokok terbesar di Kota Malang. Namun jalan kehidupannya tidak semulus ketika mengumpulkan harta. Karena ada konflik dalam keluarga suami istri ini harus bercerai dan hak asuh anak jatuh ke istri. Jadilah si suami ini hidup sendiri. Selang beberapa waktu kemudian bapak ini memutuskan menikah dengan wanita cantik keturunan pedagang emas terbesar di kota XXX. Ternyata perjalanan rumah tangganya juga tidak berjalan mulus. Sang istri yang semula dikenalnya sebagai muslimah sholihah dan berjilbab pelan-pelan menunjukkan keasliannya. Memang benar, ketika keluar rumah, istrinya memakai jilbab dengan anggunnya, tak tahunya ketika sudah berkumpul dengan teman-temannya untuk shopping di mall istrinya memakai hotpants (bener g sih tulisannya gini?) dan tank top. Tak cukup sampai di situ, ternyata istrinya juga suka mabuk-mabukkan. Na'udzubillah min dzalik. Selain itu orang tua  istrinya juga berusaha memisahkan mereka karena bapak itu sudah tak sekaya dulu lagi. Bapak itu berjanji akan menceraikan istrinya jika dua anaknya menjadi hak asuhnya, namun sebenarnya dalam hati kecilnya dia masih berusaha mempertahankan rumah tangganya. Parahnya juga, sang istri lebih memilih menurut orang tua karena orang tuanya lebih kaya dari suaminya. Pupus sudah harapan bapak itu untuk membangun rumah tangga yang diidam-idamkan selama ini. Dia ingin sekali bisa bertemu dengan anak dari istri pertamanya namun dihalang-halangi oleh keluarganya dan sekarang dia harus bercerai lagi dengan istri keduanya. Lagi-lagi karena masalah harta!

Jika kita mau merenungkan, apakah sih kebahagiaan itu? Berharta banyak kah? memiliki perusahaan besar kah? atau memiliki kendaraan mewah kah?
Ternyata TIDAK. Kebahagiaan adalah ketika hati kita merasa tentram, nyaman, dan merasa cukup. Dari dua cerita itu sudah cukup menggambarkan bahwa setiap diri kita, menginginkan keluarga yang harmonis, keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah. Karena semua itu adalah salah satu sumber ketenangan hati. Harta tidaklah selalu menjamin kebahagiaan seseorang namun kaya hati adalah pasti sumber kebahagiaan. 

#What's on your mind?

Rabu, 21 Maret 2012

SEBENTAR TAPI BERKESAN

Setiap dari kita pasti pernah bertemu seseorang yang membuat kita terkesan meskipun pertemuan itu singkat. 
Waktu itu saya masih kelas V SD, saya bertemu dengan seorang bapak namanya Pak Sami'un panggilannya Pak Mi'un. Beliau ini ketua panitia lomba PORSENI SD. Saat itu saya ikut lomba baca puisi. Sekadar info saja, saya bisa baca puisi otodidak saja karena sering liat mbak saya baca puisi.hihihi...


lanjut ceritanya,,,
Pak Mi'un ikut mengantarkan saya ke tempat lomba sekaligus nantinya memfoto saya dan teman saya (yang putera)  saat tampil. Teman saya mendapat no urut lebih dulu daripada saya jadi dia maju duluan. Kemudian selang beberapa waktu giliran saya yang maju. Anehnya, seusai saya maju, Pak Mi'un menghampiri saya kemudian beliau minta maaf karena beliau tidak memfoto saya saat saya maju. Apa pasal? karena negatif film kameranya sudah habis, akhirnya beliau lari-lari membeli negatif film, sayangnya ketika beliau sampai, saya sudah selesai,,heu,,heuu...Dan saya tidak menyangka, beliau minta maaf sambil menitikkan air mata. Subahanallah..bapak ini baik sekali -pikir saya- Padahal saya tidak apa-apa meskipun tidak difoto.


Malemnya, beliau janji traktir saya es cream..hehehe..
Semoga Allah selalu merahmati beliau. Kira-kira bapaknya masih ada g ya? semoga diberi umur yang panjang dan berkah..

Jumat, 17 Februari 2012

Reportase Sore yang tak terlupa #

Sore yang tak terlupakan bagi saya...


Sepertinya reportase investigasi tidak mau ketinggalan untuk meliput tentang pernak-pernik yang berhubungan dengan VALENTINE. Yeah, seperti sabtu sore itu, saya menyempatkan waktu untuk menikmati acara ini. Agaknya liputan ini dirancang untuk meramaikan acara valentine yang jatuh pada hari selasa. Valentine pasti tak jauh-jauh dari iklan berbagai merk coklat, kado, pesta-pesta, dan sebagainya. Namun kali ini berbeda, saya sangat terkejut dan shock demi melihat prolog reportase investigasi sore itu. Acara yang biasanya membahas makanan-makanan yang berbahaya produksi para biang kerok yang tega mencampuri barang dagangannya dengan zat kimia berbahaya, hari itu mengangkat tema tentang ABORSI ILEGAL DI KALANGAN PUTIH ABU-ABU. 


Astaghfirullahal'adzim...
Saya ngeri membayangkan anak semuda itu sudah berani membunuh janin. Ceritanya bermula dari seorang remaja sebut saja si A yang berpacaran dengan si B. Seiring berjalannya waktu, setan telah mampu merasuki pikiran mereka untuk berbuat zina sehingga pada akhirnya si A hamil. Hal ini tentu membuat mereka panik. Dari segi usia, kematangan, dan tentunya masih sekolah, mereka jelas-jelas belum siap untuk menikah apalagi untuk merawat anak. Oleh karena itu mereka mencari cara supaya orok dalam perutnya bisa keluar. Si A mencari info tempat dimana praktik aborsi ilegal. Yang membuat saya tidak kalah kaget adalah si A mencari info praktik aborsi illegal dari TEMAN SEKOLAHnya yang tentunya sudah pernah melakukan aborsi. Rasanya bulu roma saya berdiri semua, merinding. 


Praktik aborsi illegal bagi anak-anak SMA yang hamil  memang sudah marak di kota-kota besar. Para perawat dan bidan memiliki peranan yang besar dalam bisnis ini. Mereka mematok harga mulai 5-8 juta (tergantung umur janin) untuk menKURET atau MENYEDOT orok yang tak berdosa itu. Lantas, darimana anak sekolah bisa mendapat uang sebesar itu untuk aborsi?? Belum hilang kekagetan saya,  si A menjawab: saya menggadaikan sepeda pacar saya, pinjam sana-sini, dan sampai saya MENEMANI OM-OM HIDUNG BELANG. 

#batin saya: Ya Allah. Nak, dimana imanmu?

saya hanya bisa diam terpaku...


Ternyata ceritanya belum berhenti sampai disitu. Apakah mereka tidak kapok melakukan zina??? Dengan entengnya si A menjawab: untuk selanjutnya kami akan berhati-hati, misalnya dengan menggunakan kondom. WHAT????? Astaghfirullahal'adziim.. ternyata meraka  tidak ada kapoknya  sama sekali. Rasanya tubuh saya bergetar hebat.


Nak, tidakkah kamu berfikir apa akibat dari aborsi?



Ada 2 macam resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi:  1.   Resiko kesehatan dan keselamatan secara fisik  2.   Resiko gangguan psikologis 

Resiko kesehatan dan keselamatan fisik  Pada saat melakukan aborsi  dan setelah melakukan aborsi ada beberapa resiko yang akan dihadapi seorang wanita, seperti yang dijelaskan dalam buku “Facts of Life” yang ditulis oleh Brian Clowes, Phd yaitu:   1.   Kematian mendadak karena pendarahan hebat   2.   Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal   3.   Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan   4.   Rahim yang sobek (Uterine Perforation)   5.   Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada        anak berikutnya   6.   Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita)   7.   Kanker indung telur (Ovarian Cancer)   8.   Kanker leher rahim (Cervical Cancer)   9.   Kanker hati (Liver Cancer)  10.  Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat        pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya  11.  Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi (Ectopic Pregnancy)  12.  Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease)  13.  Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)
 

Resiko kesehatan mental  Proses aborsi bukan saja suatu proses yang memiliki resiko tinggi dari segi kesehatan dan keselamatan seorang wanita secara fisik, tetapi juga memiliki dampak yang sangat hebat terhadap keadaan mental seorang wanita.Gejala ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai “Post-Abortion Syndrome” (Sindrom Paska-Aborsi) atau PAS. Gejala-gejala ini dicatat dalam “Psychological Reactions Reported After Abortion” di dalam penerbitan The Post-Abortion Review (1994).Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami hal-hal seperti berikut ini:  1.    Kehilangan harga diri (82%)  2.    Berteriak-teriak histeris (51%)  3.    Mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%)  4.    Ingin melakukan bunuh diri (28%)  5.    Mulai mencoba menggunakan obat-obat terlarang (41%)  6.    Tidak bisa menikmati lagi hubungan seksual (59%)Diluar hal-hal tersebut diatas para wanita yang melakukan aborsi akan dipenuhi perasaan bersalah yang tidak hilang selama bertahun-tahun dalam hidupnya.
Untuk lebih lengkapnya KLIK DISINI

Bagaimana engkau mempertanggungjawabkan perbuatanmu nanti di akhirat, nak?
Tidakkah kamu tahu, jika kau masih berutang di akhirat kelak karena engkau belum dirajam? Na'udzubillahimindzalik,,


Kemudian....
Pikiranku melayang ke sebuah bangunan sederhana tempat anak-anak saya belajar di pesantren. Betapa bersyukurnya kalian jika kalian tahu mengapa kalian "dikungkung" di pesantren. Kemana-mana harus izin dan tidak bisa bebas pergi seenaknya sendiri. Bersyukurlah..seseungguhnya orangtuamu dan para gurumu menyayangi kalian...


Melihat realita tentang aborsi pada kalangan anak-anak SMA, saya jadi berfikir, siapakah yang patut dipersalahkan dan harus mempertanggungjawabkan??
orang tua? guru? media? teknologi?pemerintah? atau bahkan saya.

Rabu, 15 Februari 2012

catatan nggak penting

Janganlah memikirkan benar tidaknya setiap keputusan yang kita ambil.
tapi pikirkanlah apakah kita akan menyesal atas keputusan itu
kurasa itu sudah cukup bagimu..

Minggu, 12 Februari 2012

Aneh-Aneh wae..

Saya merasa setiap ahad pasti ada saja kejadian aneh yang saya alami. Yang lupa jadwal ngajar lah,,yang apa lah,,hehehe,,
Tadi siang juga begitu. Ketika saya akan ke LOKA, tiba-tiba ada bapak-bapak yang menyapa saya dari pagar sekolah. 
"Mbak, bentar saya mau tanya" tanya bapak tersebut
"Inggih, Pak. Ada apa?" Jawab saya
"Saya mau tanya, kalau sekolah disini bisa untuk anak SD? Saya ingin memondokkan anak saya, tapi masih kelas 4 SD" Tanya bapak itu
"O..ngoten. Disini hanya untuk MTs dan Aliyah saja, Pak. Jadi untuk SD mboten saget" Saya menerangkan.
"O..begitu ya, Mbak. Yo, wes..nunggu anak saya kelas V" sahutnya
--batin saya: loh, piye to bapak iki sudah dibilangi tidak ada untuk anak SD--
"Ngeten mawon, Pak. kalau mau untuk SD di pondok ***** ***** saja, dekat kok Pak, kalau dari sini" saya menawarkan tempat saya mondok dulu. Kemudian saya jelaskan arah-arahnya.
Saya amati bapak ini memakai celana olahraga dan kaos dan di sebelahnya ada istrinya bersama seorang puterinya. 
kemudian saya bertanya, "Bapak ini lagi jalan-jalan ya, Pak?"
"Iya, jalan-jalan sama istri sambil nunggu sampeyan lewat" jawab bapaknya sambil becanda.
kontan saya ngikik...hihihihi.. -Bisa-bisa aja si Bapak ini-
Tiba-tiba si bapak bertanya, " Anak saya namanya Guruh Pamungkas. Tau nggak artinya guruh pamungkas?"
"Setahu saya pamungkas itu yang terakhir, Pak. Kalau guruh ya guruh" jawab saya seenaknya.
"Loh, iya pinter. Pamungkas itu terakhir. Maksudnya anugerah Allah yang terakhir. Terus, mbak ini kelas berapa? tanyanya lagi
Saya tertawa karena disangka masih sekolah. 

"Saya ngajar, Pak" jawab saya menjelaskan
"O..sudah ngajar. Dulu kuliah dimana? Jurusan apa?" tanyanya lagi
"Saya kuliah di ** jurusan *******." jawab saya
"OO,,pinter,,pinter. Semoga cepet diangkat ya. Saya juga orang pendidikan." kata si Bapak
"Aamiin, Pak" saya mengamini doa si Bapak.

Terus tanpa dinyana si bapak berkata: " Mbak, pean gelem nggak tak olehno anakku?"
Spontan saya ngekeh dan bilang "Walaa...aneh-aneh wae bapak ini!"

Terus saya ngacir deh ke LOKA..hahahaha..

Lha Kok Iso??? Ckckkckkckc...

Sejak dulu saya sering terjangkiti oleh suatu penyakit, namanya PENYAKIT PELUPA,,hahahaha,,Nggak keren banget yak. Seperti ahad pagi itu. Jam sudah menunjukkan hampir pukul 07.30 pagi, saya sudah tergesa-gesa berangkat ke sekolah karena ada jam ngajar. Ahad adalah hari saya karena hari itu full day school bagi saya. Ya beginilah nasib saya yang masih sing*e, guru-guru jarang ada yang mau masuk hari ahad karena hari keluarga. Jadilah saya yang diistimewakan ~_~ (padahal saya kan juga punya keluarga,,huuffftt)


#ohya, sekadar info, di sekolah saya liburnya hari jum'at 


Sesampainya di sekolah saya berlari ke kelas putera (di kepala saya ingatnya hari itu jam pertama di kelas putera). Saya berjalan tergesa-gesa, melewati jembatan, menyebrang sungai, terus naik bukit, kemudian turun dari bukit (loh,,ini mau ke kelas apa jalan-jalan sih? hehehe) Yeah, memang jarak gerbang depan ke sekolah putera cukup jauh, harus menyebrang sungai yang lebarnya kira-kira 8 meter. Gara-gara letaknya di sebelah utaranya sungai, jadinya sekolah putera akrab disebut LOKA (Lor Kali) Lor dalam bahasa indonesia artinya utara dan kali artinya sungai.hehehe..


Eng,,Ing,,Eng,,saya sudah berdiri di depan kelas VII MTs dengan nafas  ngos-ngosan. Loh?? saya terkejut, Kok ada gurunya?? - batin saya- hmm,,,ya sudah saya turun lagi deh - batin saya lagi-. Waktu saya sudah turun, saya disapa oleh bapak kepala sekolah : 
"Loh, Bu, kok tidak masuk kelas?" 
" Saya sudah ke atas, kok ada gurunya ya, Pak?" jawab saya (pake bahasa Jawa krama) 
"Coba ingat-ingat lagi, kelas putera apa kelas puteri?" tanya Pak kepsek lagi
Saya mikir lamaaa,, kemudian spontan saya ketawa terpingkal-pingkal. Alamaaakk,,,saya baru ingat jam pertama seharusnya saya di kelas VII PUTERI, huahahahahahhaa... kami tertawa bersamaan. Pak Kepsek mentertawakan saya habis-habisan. 

"Ya sudah, Bu, jalan bareng sama saya aja. Lumayan kan olah raga pagi" Beliau berkata begitu sambil terus tertawa..
 Sedang saya menahan malu sedari tadi


 Dudul nya saya hari itu... @,@ 


Lha kok iso??? ckckckckc... - Kok bisa?? red-





Sabtu, 11 Februari 2012

Namanya Juga Anak-Anak

Baca Puisi

Buka-buka album foto, nemu foto ketika saya masih imut-imut (sekarang mah amit-amit,,hahahaha). Foto ini satu-satunya peninggalan jaman masih Taman Kanak-Kanak dulu. Waktu itu ada acara pelepasan dan perpisahan angkatan saya, ceritanya saya ketiban sampur untuk membacakan sebuah puisi. Sejak dulu saya orangnya cuek dan kendhel (pemberani) cie,,cie,,hahahayy,,tapi tomboy plus bandelnya nggak ketulungan. Hahahaha,,jadi guru saya mempercayakan tugas mulia ini pada saya...

Lanjut yang tadi ya,,
Saya masih ingat betul puisi yang saya bacakan itu judulnya GURUKU. Saat sudah naik panggung, saya membacakan puisi itu dengan penuh percaya diri. Mulai bait-bait yang awal saya hafal dengan baik. Nah, saat bait-bait mau berakhir inilah mulai menunjukkan ketidakberesan. Tanpa sadar saya mengulang-ulang lagi bait itu karena saya lupa lanjutannya apa,,,hahahhahaha,,,Nah, untungnya tuh, para penonton tidak ada yang tahu kalau saya salah..hag..hag.. Secara, yang hafal kan hanya saya dan guru saya..(Ampun Bu Guru.. !!). 

Namanya juga anak-anak,,iya kan?? (_ _")

RAHASIA KECIL SAYA ^_^

Tadi, secara tak sengaja saya bongkar-bongkar buku lama saya, hahahahahayy,,, tanpa sengaja saya menemukan tulisan saya hampir lima tahun yang lalu, lumayan jadul sih,,hahaha - saya menyebutnya peta hidup- karena isinya peta hidup saya hingga 10 tahun ke depan,,,wuihhh,,keren yak.. Agak konyol juga sih, tapi ada satu bagian yang membuat saya jadi merenung. Sik..sik..sik.. lihat dulu peta hidup saya mulai tanggal 17 April 2007 ini -seingat saya, saya membuatnya ketika mau UAN-

Peta Hidup


Saya baru ingat, bahwa lima tahun yang lalu saya ingin masuk ITB dan mengambil jurusan mikrobiologi atau teknik lingkungan...hehehe,, (keren nggak sih??). Motivasinya apa ya waktu itu? kalau tidak salah begini, saya ingin membuat bakteri jenis baru yang bisa mengubah air laut menjadi air tawar (sekarang saya baru menyadari, emang ada bakteri kaya' gitu?? huwahahahahha...ngaco bangeut deh!!). Ya, maklum lah,,calon ilmuwan kan mikirnya suka geje gitu,,huweksss.. Pemikiran sederhana saya waktu itu begini, saya ingin memproduksi air berstandart air minum dengan cara bioteknologi. Saya terinspirasi dengan produksi air yang ada di Cassablanca (Afrika) yang pernah saya baca di surat kabar.

Hampir lima tahun berlalu...
Ternyata sekarang, ketika umur saya masih sekian (sekian itu berapa yak?? hahaha :D :D ) saya sudah punya anak lebih dari tiga lusin. Hahahahaha... Yeah, ternyata Allah menakdirkan saya harus banyak anak. Hehehehe... Lantas, apakah itu berarti Allah tidak mengabulkan doa saya? Saya pikir tidak,, Saya berprasangka Allah lebih suka saya membantu anak-anak saya untuk meraih cita-citanya, yang pasti jauh lebih hebat dari saya. Saya jadi berpikir, paling tidak saya punya kontribusi, meskipun kecil, untuk mencetak mereka menjadi insinyur, dokter, perawat, ilmuwan, dan lain-lain. Sepertinya itu lebih hebat dari cita-cita awal saya..

Saya pernah bertanya kepada anak-anak saya, LIMA TAHUN KE DEPAN KALIAN JADI SIAPA?? Subahanallah,, jawaban mereka sangat beragam dan begitu spektakuler bagi saya..
Dalam hati saya berkata : Akankah saya mampu berkontribusi untuk mereka?? 
Semoga..




Jumat, 10 Februari 2012


Met Milad Untuk Adik Saya Niswatul Mukarromah ^_^ 

Semoga semakin sholihah dan mensholihkan,,