Ganbatte kudasai,,!!

Ganbatte kudasai,,!!
Belajar,,Belajar,,

Ahlan Wasahlan..


“Ambillah hikmah dari siapa saja, sebab hikmah itu kadang-kadang diucapkan oleh seseorang yang bukan ahli hikmah. Bukankah ada lemparan yang mengenai sasaran tanpa disengaja?” (HR. Al-Askari dari Anas ra dalam kitab Kashful Khafa’ Jilid II, h.62)
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Maret 2012

TAFAKKUR



 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ


Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. 
(QS. Almujadilah:11)

Subhanallah...Maha Suci Allah yang meninggikan derajat orang yang beilmu dan berpengetahuan. Surat cinta Allah di atas memberitahukan kita bahwa Allah memulyakan orang-orang yang berilmu. Saya sering berpikir kenapa orang berilmu begitu dimulyakan oleh Allah? mengapa orang yang beriman disandingkan dengan orang yang berilmu? Ilmu seperti apa yang harus dimiliki supaya dimulyakan Allah?


Kita sekolah formal paling tidak menempuh pendidikan dasar selama 6 tahun, pendidikan menengah pertama 3 tahun, jika melanjutkan ke pendidikan menengah atas ditambah lagi 3 tahun, kalau beruntung bisa kuliah bisa nambah 4 tahun. WOW..16 tahun kita sekolah!! 


Yang menjadi pertanyaan, bisa apa sih dari kita sekolah selama itu? Selama kita duduk di bangku sekolah atau bahkan duduk mendengarkan guru ceramah sambil terkantuk-kantuk kita mendapatkan apa?? Cukup diri kita yang tahu jawabannya.. hehehe...itu masih sekolah formal belum sekolah informal...


Paling tidak kita menyadari bahwa betapa luasnya ilmu Allah. Luas tanpa batas hingga digambarkan


"…seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan menjadi tinta ditambah pula kepadanya tujuh lautan setelah keringnya,nescaya tidak akan habis ditulis kalimah-kalimah Allah…." -surah Luqman:27- 



Subhanallah..betapa kecilnya diri ini kalau kita mau berfikir. Berapa persen kita mepelajari ilmu Allah?? Tidak ada seujung jarum pun teman...!! 




Kita ingin bertafakkur tentang ciptaan Allah, virus misalnya. Bagaimana mungkin kita bisa bertafakkur dengan virus jika kita tidak tahu bagaimana virus itu. Atau kita ingin mentafakkuri tubuh kita sendiri, bagaimana kita bisa jika kita tidak pernah mempelajari bagaimana mata bekerja, bagaimana telingan mendengar, dan bagaimana lidah dapat merasakan berbagai rasa? dan masih banyak lagi. Mustahil untuk dapat dikalkulasikan.


Semakin kita berilmu seharusnya semakin bertambah pula keimanan kita kepada Allah Azza Wajalla. Sudah banyak Allah mengulang ayat-ayat AFALAA TATAFAKKARUUN? AFALAA TA'QILUUN?? namun seberapa besar rasa cinta kita untuk belajar IlmuNya Allah dan mau berdekat-dekat dengan Allah.. ??


WA ALLAHU A'LAM BISHSHOWWAB..




Rabu, 07 Maret 2012

Sebab... Surga juga ada pada keikhlasan mereka... ;-))

Wahai wanita...
Tahukah anda, bahwa kaum pria sesungguhnya jauh lebih sering "menangis"???

Namun mereka menyembunyikan tangisannya didalam kekuatan akalnya..
Itulah mengapa ALLAH Ta'ala menyebutkan bahwa pada pria terdapat dua kali lipat akal wanita, dan itulah sebabnya mengapa tiada yg anda lihat selain ketegarannya.

Pria menangis karena tanggung jawabnya dihadapan Tuhan.
Ia menjadi tonggak penyangga rumah tangga...
Menjadi pengawal bagi Ibu, saudara perempuannya, Istrinya dan juga anak2nya.

Maka tangisnya tak pernah nampak di bening matanya
Tak bisa anda lihat tangisnya pada keluh kesah di lisannya...
Tangis pria adalah pada keringat yg becucuran demi mencari nafkah tuk keluarganya
Pria "menangis" dalam letih dan lelahnya menjaga keluarganya dari kelaparan.

Tak dapat anda dengar tangisnya pada omelan2 di bibirnya...
Pria "menangis" dalam tegak dan teguhnya dalam melindungi keluarganya dari terik matahari dan deras hujan serta dinginnya angin malam.

Tak nampak tangisnya pada peristiwa2 kecil dan sepele...
Pria "menangis" dalam kemarahannya jika kehormatan diri dan keluarganya digugat
Pria "menangis" dgn sigap bangunnya dikegelapan malam hari demi menghadapi bahaya yg datang menghampiri keluarganya digelap malam...
Pria "menangis" dgn bercucuran peluhnya dalam menjemput rizki...
Pria "menangis" dgn menjaga dan melindungi org tua, anak dan istri...
Pria "menangis" dgn tenaga dan darahnya menjadi garda bagi agamanya...

Namun pria pun sungguh-sungguh bisa menangis dgn linangan air matanya, di kesendiriannya menyadari tanggung jawabnya yg begitu besar di hadapan Tuhan
Maka...
Pandanglah Ayah
Pandanglah Suami
Dgn pandangan cinta yg penuh keikhlasan...

Sebab... Surga juga ada pada keikhlasan mereka... ;-))

Kamis, 01 Maret 2012

16 Alasan Menghapal Al Qur’an


Setidaknya itu yang harus kita renungkan sama-sama sebagai seorang muslim sejati. Ya, menghapal Al Qur’an merupakan suatu keniscayaan dalam kehidupan setiap muslim. Ia tidak akan bisa menerapkan Islam secara baik tanpa interaksi yang kuat dengan Al Qur’an sebagaimana para generasi sahabat dan salaf shaleh dahulu lakukan.
Untuk memotivasi kita agar bisa dekat Al Qur’an dan berjuang menghapalkan aya-ayatnya, maka setidaknya ada 16 alasan kenapa kita harus menghapal Al Qur’an,
1. Menghapal adalah landasan awal ketika Rasulullah menerima Al Qur’an dari malaikat Jibril alaihissalam.
“Bahkan Al Qur’an itu adalah ayat-ayat yang menjelaskan (terdapat) di dalam dada-dada orang-orang yang diberikan ilmu..”(QS  Al Ankabut, 49).
Sungguh, betapa indahnya ayat ini yang menjelaskan tentang agungnya aktifitas dada orang-orang yang menghapal ayat-ayat Allah swt. Allah mensifatkan bahwa mereka adalah orang-orang yang diberikan ilmu. Lalu, apakah ada yang disebut ilmu selain yang termuat dalam Al Qur’an Al Karim?
Ayat di atas menjelaskan bahwa Dia akan memilih dari sekian hamba-hambaNya di muka bumi untuk kemudian dada akan dijadikan sebagai wadah bagi firman-firmanNya. Sungguh ini merupakan keutamaan yang besar.
Malah ketika kita mau memperhatikan kekhususan yang diberikan kepada umat ini, – di mana dada para ulamanya penuh dengan Al Qur’an- kita semua pasti akan mengetahui berharganya menjadi para penghapal kitab-Nya.
2. Al Qur’an adalah sumber dan muara semua sistem dan undang-undang umat ini
Karena Al Qur’an ini adalah undang-undang kita selaku umat Islam, maka kita wajib untuk berhukum dengannya dan menjadikannya sebagai sumber hukum bagi orang lain. Darinya referensi bagi semua persoalan dan tasyri’ (perundang-undangan). Tidak ada persoalan yang kecil ataupun besar sekalipun melainkan dijelaskan secara jelas di dalamnya. Ini sebagaimana firman Allah dalam ayat-Nya,
“Tidaklah Kami berlebih-lebihan (dalam menjelaskan) di kitab ini sedikitpun..”
“Dan tidaklah Tuhanmu lupa.”
Al Qur’an ini adalah cahaya yang dibawa umat untuk menerangi seluruh manusia agar risalahnya tersampaikan dengan menyeluruh, layaknya sebuah umat yang dilahirkan untuk manusia seluruhnya dan sebagai saksi atas mereka di dunia dan akhirat.
3. Menghapal Al Qur’an adalah fardhu kifayah.
Sebagian ahli ilmu menegaskan bahwa menghapal Al Qur’an itu merupakan kewajiban atas umat ini. Yang apabila telah dilakukan oleh sebagian kaum, maka akan terbebaslah kaum yang lain dari dosanya.
Badruddin Zarkasyi mengatakan, “Sahabat-sahabat kami mengatakan, ‘Belajar Al Qur’an itu hukumnya fardhu kifayah. Dan kegiatan menghapalkannya adalah wajib atas umat ini.’”
4. Menghapal Al Qur’an itu berarti meneladani Rasulullah shalallahu ‘alaihi was salam.
Allah telah menjadikan Rasulullah shalallahu ‘alaihi was salam, Muhammad sebagai teladan yang baik bagi umat ini. Dan menghapal Al Qur’an itu sendiri adalah bagian dari meneladani sunnah-sunnahnya. Itu dikarenakan Rasulullah selalu menghapalkannya, rajin membacanya dan disimak oleh malaikat Jibril as. Demikian pula, Rasulullah menyimakkannya kepada para sahabatnya dan para sahabatnya menyimakkan kepada beliau.
5. Menghapal Al Qur’an juga sama dengan meneladani para salaf shalih.
Menghapal Al Qur’an di masa kanak-kanak dan masa muda adalah bagian mencontoh salaf sholeh, menapaki jejak mujahadah (kesungguhan) mereka dan menempuh contoh jalan hidayah Allah. Dahulu, salaf sholeh memulai menghapal Al Qur’an sebelum menghapal ilmu-ilmu lain dan memberikan perhatian lebih kepadanya sebelum kepada disiplin keilmuan lainnya. Tidaklah anda membaca tentang biografi para ulama dahulu melainkan engkau pasti akan membaca di dalamnya bahwa ia, “menghapal Al Qur’an dahulu lalu baru kemudian menuntut ilmu-ilmu keislaman lainnya.”
6. Menghapal Al Qur’an adalah karakteristik umat Rasulullah shalallahu ‘alaihi was salam.
Imam Jazari mengatakan, “Dahulu itu, para ulama menukilkan Al Qur’an melalui dada-dada dan hati-hati yang dipenuhi hapalan Al Qur’an. Bukan melalui tulisan mushaf dan kitab-kitab. Inilah karakteristik yang paling mulia yang Allah berikan kepada umat ini.”
Sungguh, aktifitas menghapal Al Quran ini akan senantiasa menjadi syiar bagi umat ini dan menjadi duri di kerongkongan musuh-musuh Islam.
Laura Faghliry, wanita orientalis mengatakan, “Sungguh, hari-hari ini kita tidak bisa membendung terjangan ombak keimanan ribuan umat muslim yang mampu mengulang-ngulan bacaan Al Qur’an dengan hapalan. Di Mesir sendiri jumlah huffazul qur’an(penghapal Al Qur’an) jauh melebihi jumlah kaum Nasrani yang mampu membaca Injil secara hapalan di seluruh Eropa.”
James Minzez, seorang non Islam yang diharamkan mendapatkan cahaya Al Qur’an mengatakan, “Mungkin itulah, Al Qur’an merupakan kitab yang paling banyak dibaca manusia di atas dunia ini. Sungguh, ia adalah bacaan yang paling mudah dihapal manusia.”
7. Menghapal Al Qur’an adalah proyek ibadah yang tidak mengenal bahasa kegagalan.
Takut gagal dan tidak berhasil saat ini sudah menjadi rintangan dan sekat yang menghalangi antara seseorang dan angan-angannya. Dan bisa jadi semua akhir dari semua proyek manusia adalah benturan keras yang terjadi karena sekat kegagalan dan ketidakmampuan untuk melanjutkan sebuah pekerjaan. Akan tetapi proyek menghapal Al Qur’an tidak akan pernah mengenal yang namanya pemikiran tersebut.
Ketika seorang pemuda memulai pekerjaan menghapal Al Qur’an ini, kemudian berhenti dan melemah tekadnya sebelumnya selesai menghapal, apakah bisa dikatakan ia telah gagal sesungguhnya, misalnya saja ia telah menghapal beberapa juz?! Tentu saja usahanya tidak sia-sia dalam sekejap. Hanya saja hapalannya itu hilang sejenak. Seluruh waktu yang pernah ia kerahkan untuk membaca dan menghapal yang membuatnya mengorbankan segala kenikmatan dunia tentu saja adalah bagian dari ketaatan kepada Allah swt. Bisa dibayangkan, berapa surat dan berapa ayat yang pernah ia ulang-ulang?! Sementara setiap huruf akan dibalas dengan sepuluh kali lipat oleh Allah swt.
8. Menghapal Al Qur’an itu mendapat garansi kemudahan untuk semua orang.
Banyak orang yang bercita-cita bisa merealisasikan impiannya dan mengukir prestasi yang memuaskan. Namun, seringkali kemampuan akalnya menjadi penghalang untuk menggapai itu semua. Tapi tidak untuk Al Qur’an. Bisa kita saksikan betapa banyak orang-orang yang memiliki keterbatasan fisik dan lemah dalam hapalan, tapi mampu menghapal Al Qur’an.
Al Qurthubi mengatakan tentang ayat, “Sungguh telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk diambil pelajaran.”(QS Al Qomar, 17), yakni, “Kami mudahkan Al Qur’an ini untuk dihapal, dan akan Kami bantu mereka yang mau menghapal. Lalu, adakah orang yang mau menghapal lalu mendapatkan pertolongan-Nya?”
9. Penghapal Al Qur’an adalah keluarga Allah dan orang-orang pilihan-Nya.
Di antara penyempurnaan penghormatan Allah dalam menjaga kitab suci-Nya adalah dengan menjadi dari hamba-hamba-Nya yang hapal Al Qur’an. Sungguh itu merupakan sebuah kehormatan yang tidak ada bandingannya bagi manusia di dunia ini. Di mana dengan sifat itu seorang hamba yang fakir dan lemah menjadi keluarga dan orang-orang pilihan-Nya. Keluarga dan orang-orang pilihan-Nya itu tent lebih patut memperoleh rahmat, pemaafan, cinta dan dekat dengan-Nya tabaroka wata’alaa.
Diriwayatkan oleh Anas bin Malik dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi was salam ia berkata, “Sesungguhnya Allah memiliki ‘keluarga’ di antara manusia sekalian.” Para sahabat bertanya, “Siapa mereka, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Mereka adalah ahlul qur’an dan orang-orang pilihan-Nya.” (HR Ibnu Majah)
Silahkan saja setiap manusia bangga dengan predikat yang ia miliki di dunia ini. Entah itu ia ahli harta, ahli seni ataupun ahli olahraga. Silahkan pula sebut nama-nama itu semua pada setiap kamus yang ada dengan sifat dan pujiannya. Apakah ada yang lebih baik dari pada sifat yang dimiliki oleh seseorang yang bergelar ‘keluarga Allah dan hamba pilihan-Nya.’?
10. Menghormati Penghapal Al Qur’an berarti  mengagungkan Allah swt.
Dari Abu Musa Al Asya’ri radiyallahu anhu ia berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihi was salam bersabda, “Di antara bentuk mengagungkan Allah adalah memuliakan orang tua yang muslim, memuliakan penghapal Al Qur’an yang taat dan menghormati setiap pemimpin yang adil.” (HR Abu Dawud).
Inilah dalil tentang ketinggian kedudukannya dan kebesaran perannya.
11.Akan ditempatkan bersama duta-duta yang mulia lagi berbakti (para malaikat).
Dari Aisyah radiyallahu anha bahwa nabi shallahu alaihi wasallam bersabda, “Perumpamaan orang yang membaca Al Qur’an sementara ia hapal akan ditempatkan bersama para duta-duta Allah yang mulia lagi berbakti. Dan perumpamaan orang yang membacanya dalam keadaan berat namun ia tetap berusaha, maka baginya dua pahala.”(HR Bukhari)
Sudah tidak bisa pungkiri saat ini manusia begitu berbangga diri ketika menyandarkan diri kepada salah seorang pembesar atau seorang tokoh agama yang penuh dengan ketenaran. Bisa jadi itu pada bidang olahraga ataupun sia-sia yang penuh kebatilan. Sungguh itu merupakan kecelakaan besar karena keteledoran diri. Namun demikian indah bagi para penghapal Al Qur’an ketika mereka memilih bersama para duta-duta Allah yang suci (malaikat).
12. Akan memperoleh syafa’at di hari kiamat.
13. Penghapal Al Qur’an orang yang seharusnya di-iri-i (dalam arti yang positif) oleh orang lain.
Dalam hidup ini Allah telah melebihkan derajat satu golongan dengan golongan yang lainnya.
“Dan telah Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian yang lainnya. Dan negeri akhirat lebih besar derajatnya dan lebih banyak keutamaannya.”(QS Al Isra’, 21)
Dari Ibnu Umar radiyallahu anhuma Rasulullah shalallahu ‘alaihi was salam bersabda, “Tidak boleh merasa hasud melainkan pada dua golongan, “Seseorang yang Allah berikan kepadanya Al Qur’an, lalu ia membacanya siang dan malam. Dan seseorang yang Allah karuniakan hartan kekayaan lalu ia menginfakkan hartanya itu siang dan malam.” (HR Bukhari dan Muslim)
14. Para penghapal Al Qur’an akan berada di surga yang paling tinggi.
Rasulullah bersabda, “Akan dihadirkan penghapal Al Qur’an pada hari kiamat, lalu dikatakan kepadanya, “Wahai Robb, berikanlah ia hiasan.” Maka iapun dikalungkan mahkota kemuliaan.” Lalu dikatakan lagi, “Ya Robb, tambahkanlah ia.” Maka ditambahkan mahkota kemuliaan kepadanya. Kemudian dikatakan lagi kepadanya, “Ya Robb, ridhoilah ia.” Akhirnya dikatakan kepadanya, “Bacalah dan naiklah. Sesungguhnya bagimu setiap ayat adalah satu kebaikan.” (HR Tirmizi, Hakim dan hadits ini dihasankan statusnya oleh syekh Albani).
15. Menghapal Al Qur’an di antara sebab-sebab terbebasnya seseorang dari siksa neraka.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi was salam bersabda, “Seandainya Al Qur’an ini diletakkan di hati seorang mukmin, kemudian dilemparkan ke dalam neraka, niscaya tidak akan terbakar hatinya.”(HR Ahmad)
16. Bank kebaikan.
Sabda Nabi Shalallahu ‘alaihi was salam, “Barangsiapa yang membaca satu ayat dalam Al Qur’an maka baginya satu kebaikan. Dan setiap kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf. Tapi alif satu huruf, laam satu huruf dan miim satu huruf.”(HR Tirmizi, ia mengatakan hadits ini hasan shahih).
Semoga Allah memudahkan kita untuk menjadi hamba-hamba-Nya yang hapal dan memahami Al Qur’an serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, Amiin Ya Rabbal a’lamin. Wallahu a’lam bish-shawab.

 Dikutip dari sini

Minggu, 26 Februari 2012

Semangat yang tak pernah pudar..

Setiap saya berjumpa dengan ibu ini, saya merasa tertulari semangat beliau untuk selalu belajar dan belajar. Dimanapun, kapanpun, dan dengan siapa pun belaiu berusaha untuk menambanh ilmunya. Beliau tidak pernah malu untuk belajar meskipun yang mengajari beliau jauh lebih muda darinya. Meskipun saya sering menyalahkan ketika huruf yang dibaca salah atau bacaan tajwidnya kurang benar, beliau tidak pernah sakit hati dan tetap penuh semangat membaca huruf demi huruf hijaiyah dalam Al-Qur'annya. Yang paling saya suka dari beliau yaitu senyumnya yang tak pernah hilang dan begitu menggebu-gebunya beliau ketika bercerita masa-masa sekolahnya dulu. Semula beliau adalah seorang lulusan D2 Akademi kebidanan yang kemudian melanjutkan S1 jurusan Kebidanan pula. Namun, untuk gelar masternya beliau memilih spesialisasi Management Rumah Sakit. Samapi disitu ternyata beliau masih ingin sekolah lagi meskipun sudah berputera tiga.
Kata beliau, " Saya suka mendalami ilmu sampai mendalam benar dan saya suka tantangan baru. Seandainya saya diizinkan suami untuk sekolah lagi, saya akan berangkat ke Malaysia,Mbak. Tapi, sama suami ijazah saya sudah disita. Hahahaha..."
 Bener-bener ibu yang bersemangat..

Selain itu, beliau juga sering sharing pengalaman beliau dalam mendidik anak. Ada beberapa poin yang dapat saya catat:
1. Kecerdasan anak TIDAK DIPENGARUHI oleh susu. Meskipun susu formula memasang iklan yang kinclong-kinclong untuk mempengaruhi para ibu supaya memberi susu formula guna meningkatkan kecerdasan anak itu hanyalah OMONG KOSONG alias HOAX. Kenapa?? Karena, pertumbuhan neuron-neuron otak anak hanyalah sampai usia 1 tahun. Dan ASI masih jauh lebih baik ketimbang susu formula.
2. Jangan terlalu protektif terhadap anak, biarkan mereka bebas memilih makanan apa yang dia suka, permainan apa yang dia mau. Bahkan ketika dia memanjat-manjat tembok atau berjalan di atas tembok, biarkan saja. Kita hanya mengawasi saja. Biarkan mereka dididik oleh alam. Didikan alam akan menjadikan anak menjadi pribadi yang tangguh, mereka terbiasa dengan tantangan, terbiasa memecahkan masalah sendiri, dan terbiasa bergaul dengan berbagai lapisan masyarakat.

To Be Continued yak,,

Selasa, 07 Februari 2012

ANTARA AYAH, SEPEDA, DAN SAYA


Kata-kata yang tepat untuk menggambarkan sosok ayahku adalah cerdas, penyayang, kreatif, dan humoris. Ayahku termasuk orang tua yang tau bagaimana cara menyenangkan keempat puterinya. Ketika kami masih kecil, ayahku sering membuatkan mainan sendiri. Di samping rumahku, ayahku membuatkan kami ayunan dari kayu dan tali tampar. Ayahku juga bisa membuatkan jungkat-jungkit yang ukurannya lebih besar daripada yang ada di Taman Kanak-Kanak sehingga bisa dinaiki lebih dari dua orang anak. Kuda-kudaan kayu pun ayahku bisa membuat sendiri. Memang warnanya tidak sebagus yang dijual di toko-toko tapi ukurannya lebih besar dan lebih kokoh, orang besar pun bisa menaikinya. Bahkan ayahku bisa membuatkan skateboard lho.. jangan bayangkan skateboardnya sama dengan yang biasa djual. Hehehehe,, skateboard itu dibuat dari kayu dan diberi klaker, jadi kalo sedang berjalan cepat sekali dan tidak bisa direm. Kalau kami menaikinya dan telat mengerem bisa jatuh sampai teras rumah.hehehe.. Waktu musim skuter, tau kan? Skuter yang biasanya di film Teletubbies itu, tau kan? Ayahku membuatkan skuter sendiri. Pijakan kakinya lebih besar ukurannya dibanding yang asli kemudian diberi dua klaker. Kami sudah senang bukan buatan meskipun itu buatan sendiri. Ayahku kreatif bukan?? Dari bahan sederhana ayahku juga bisa membuatkan mainan yang lucu misalnya dari wadah bekas balsem ditambah palstik kemudian dikasih pipa kecil ayahku mebuatkan alat tiup yang bunyinya preeettt,,,preeettt,,,preeettt,, Suaranya yang aneh itu bisa membuat kami tertawa terpingkal-pingkal..

Meskipun ayahku hanya lulusan Sekolah Dasar, ayah termasuk orang yang gemar membaca, melihat discovery, dan juga suka mengikuti perkembangan politik lewat televisi. Ketika kami sama-sama menonton TV One atau Metro TV sering kami berdiskusi bahkan berdebat dengan ayah. Ayahku salah satu orang yang enak diajak diskusi tapi sering tidak mau ngalah kalo debat,,ckckckkc. Apalagi saya adalah orang p****i sedangkan ayah termasuk orang yang pesimis dengan p****i jadilah kami suka cekcok.hahahaha..(tapi saya sukses lho mempengaruhinya waktu tahun 2009 lalu :D :D :D). Saya dan ayah sama-sama suka melihat discovery. Ayah sangat suka melihat cara bagaimana hewan liar hidup di alam, dunia laut, dan film tentang sains.

Masalah kreatif, ayahku tiada duanya bagiku. Hehehehe..kalu sedang berurusan dengan tugas kesenian ayah adalah solusi atas semua permasalahan. Hag,,hag,, sampai-sampai sepupuku juga begitu kalau dapat tugas kesenian lari ke rumah mencari bala bantuan. Hehehehehe... mau tugas gambar, membuat patung dari tanah liat, dan sebagainya ayah bisa membuatkan. Waktu saya OSPEK di kampus dulu, tau kan kalau OSPEK bawaannya rempong mulai dari ujung kaki sampai ujung rambut? Ayahkulah yang membuatkan propertinya hehehehe.... Pokoknya ayahku Juara Satu se-Dunia. :D :D

Kapan-kapan saya akan melanjutkan ceritanya,, heheheh ^_^" 
pantheng terus yak,,

Jumat, 03 Februari 2012

Saya Hanya Iri Saja Kok


Campbell Jilid 1
Membaca buku ini bagi saya bukan  membuat saya tambah pinter tapi justru membuat saya tambah dudul.  loh? Kok bisa?? Soalnya saya nggak ngerti isinya,,,hahahhahhahaha,,
Nah, Enaknya lagi kalo ikut lomba kayak gini itu waktu di tingkat Provinsi. Kenapa?? Kita bisa nginap di asrama haji Sukolilo, kenal dengan anak-anak dari SMA lain, dan pesangonnya itu lo,,, (bikin kita bisa kipas-kipas) hag,,hag,,yeah,,buat anak SMA kayak saya yang jarang megang duit warna merah uang segitu udah gedhe. Waktu saya amati ternyata semakin jauh tempat asalnya, semakin banyak uang saku yang diberikan dalam hati saya berkata (hadew,,,kalo kayak gini pengen pindah ke ujung Banyuwangi sana, kalau perlu Alas Purwo sekalian .. kekekekekekeke). 
Sebenernya saya membuat tulisan ini bukan untuk cerita-cerita ikut lomba itu. So? Saya sih hanya ingin mengungkapkan unek-unek dalam hati saya. Bagi saya sungguh sebuah fenomena dilematis ketika saya melihat antara pemenang Indonesia Idol dengan pemenang Olimpiade Sains. Ketika melihat Delon, Rini, Ihsan, atau Dirly menang menjadi penyanyi terbaik versi Indonesia Idol mereka begitu di elu-elu kan (ya iyalah,,masa’ di Gue-gue kan,,hag,,hag) oleh masyarakat. Rakyat Indonesia begitu bersemangat untuk melihat acara itu bahkan tidak eman untuk mengirimkan sms mendukung penyanyi favorit mereka. Selain itu, ketika mereka menjadi juara,,biyuhhh-biyuhhh,,hadiahnya nggak tanggung-tanggung. Hasil dari googling ne hadiah untuk para pemenang Indonesia Idol yaitu satu unit mobil  Suzuki Swift yang harganya di atas 100 jutah,,belum lagi uang tunai, belum lagi tetek bengek dari sponsor-sponsor pendukung, belum lagi kesempatan buat album solo, belum lagi,,,dan belum lagi,,, @,@


Dan ketika kulihat pemenang lomba olimpiade sains tingkat Internasional. Anak-anak bangsa yang mengharumkan nama negeri ini hanya mendapat kesempatan lewat di iklan baris tipi One saja atau kalau lagi mujur ya diwawancara oleh media. Beda dengan Indonesia Idol, AFI, atau Penghuni Terakhir yang punya acara khusus untuk meliput mereka. Saya tahu menjadikan anak hingga menjadi pemenang olimpiade sains tidaklah mudah. Butuh perjuangan besar dan keberanian untuk mencetak dan mengirimkan mereka di ajang Internasional (silakan baca buku Mestakung karya Prof. Yohanes Surya) atau bisa kunjungi websitenyahttp://www.yohanessurya.com/activities.php?pid=101&id=15


Disana kita akan disuguhi suka duka mereka ketika berjuang untuk mendapatkan medali. Huhuhuhu,, Jangan tanya seberapa besar hadiahnya, pemerintah paling hanya memberi 4-5 juta per anak atau jangan membayangkan mereka mendapat tawaran bermain sinetron atau iklan yang honornya jutaan. Mereka ditawari masuk Perguruan tinggi favorit di Indonesia geratis sudah sujud syukur..hehehe.. yeah, memang perguruan tinggi sudah memberi dispensasi untuk mereka supaya tidak membayar biaya kuliah secara penuh, tapi biaya hidup dan lain-lain??? tidak ada jaminan,, -lihat pemenang penghuni terakhir dapat rumah 2M jadi ngiler..xixixixix- Well..itulah paradoks di Indonesia.


Jadi, jangan heran dengan universitas-universitas luar negeri  yang suka lirak-lirik anak-anak cemerlang di Indonesia untuk disekolahkan gratis dan dijamin penghidupannya. Jangan heran pula banyak ilmuwan Indonesia yang lebih kerasan tinggal di luar negeri karena kehidupannya lebih layak..
The last,,Mereka adalah salah satu aset bangsa demi kemajuan IPTEK di Indonesia yang musti kita apresiasi prestasinya. Maju terus pendidikan Indonesia,,!! 
Never Ever Surrender wahai anak-anak bangsa,,!!
Nasib negara ini ada di dalam genggamanmu,,!!
Ganbatte Kudasai,,!!