Ganbatte kudasai,,!!

Ganbatte kudasai,,!!
Belajar,,Belajar,,

Ahlan Wasahlan..


“Ambillah hikmah dari siapa saja, sebab hikmah itu kadang-kadang diucapkan oleh seseorang yang bukan ahli hikmah. Bukankah ada lemparan yang mengenai sasaran tanpa disengaja?” (HR. Al-Askari dari Anas ra dalam kitab Kashful Khafa’ Jilid II, h.62)

Selasa, 07 Februari 2012

ANTARA AYAH, SEPEDA, DAN SAYA


Kata-kata yang tepat untuk menggambarkan sosok ayahku adalah cerdas, penyayang, kreatif, dan humoris. Ayahku termasuk orang tua yang tau bagaimana cara menyenangkan keempat puterinya. Ketika kami masih kecil, ayahku sering membuatkan mainan sendiri. Di samping rumahku, ayahku membuatkan kami ayunan dari kayu dan tali tampar. Ayahku juga bisa membuatkan jungkat-jungkit yang ukurannya lebih besar daripada yang ada di Taman Kanak-Kanak sehingga bisa dinaiki lebih dari dua orang anak. Kuda-kudaan kayu pun ayahku bisa membuat sendiri. Memang warnanya tidak sebagus yang dijual di toko-toko tapi ukurannya lebih besar dan lebih kokoh, orang besar pun bisa menaikinya. Bahkan ayahku bisa membuatkan skateboard lho.. jangan bayangkan skateboardnya sama dengan yang biasa djual. Hehehehe,, skateboard itu dibuat dari kayu dan diberi klaker, jadi kalo sedang berjalan cepat sekali dan tidak bisa direm. Kalau kami menaikinya dan telat mengerem bisa jatuh sampai teras rumah.hehehe.. Waktu musim skuter, tau kan? Skuter yang biasanya di film Teletubbies itu, tau kan? Ayahku membuatkan skuter sendiri. Pijakan kakinya lebih besar ukurannya dibanding yang asli kemudian diberi dua klaker. Kami sudah senang bukan buatan meskipun itu buatan sendiri. Ayahku kreatif bukan?? Dari bahan sederhana ayahku juga bisa membuatkan mainan yang lucu misalnya dari wadah bekas balsem ditambah palstik kemudian dikasih pipa kecil ayahku mebuatkan alat tiup yang bunyinya preeettt,,,preeettt,,,preeettt,, Suaranya yang aneh itu bisa membuat kami tertawa terpingkal-pingkal..

Meskipun ayahku hanya lulusan Sekolah Dasar, ayah termasuk orang yang gemar membaca, melihat discovery, dan juga suka mengikuti perkembangan politik lewat televisi. Ketika kami sama-sama menonton TV One atau Metro TV sering kami berdiskusi bahkan berdebat dengan ayah. Ayahku salah satu orang yang enak diajak diskusi tapi sering tidak mau ngalah kalo debat,,ckckckkc. Apalagi saya adalah orang p****i sedangkan ayah termasuk orang yang pesimis dengan p****i jadilah kami suka cekcok.hahahaha..(tapi saya sukses lho mempengaruhinya waktu tahun 2009 lalu :D :D :D). Saya dan ayah sama-sama suka melihat discovery. Ayah sangat suka melihat cara bagaimana hewan liar hidup di alam, dunia laut, dan film tentang sains.

Masalah kreatif, ayahku tiada duanya bagiku. Hehehehe..kalu sedang berurusan dengan tugas kesenian ayah adalah solusi atas semua permasalahan. Hag,,hag,, sampai-sampai sepupuku juga begitu kalau dapat tugas kesenian lari ke rumah mencari bala bantuan. Hehehehehe... mau tugas gambar, membuat patung dari tanah liat, dan sebagainya ayah bisa membuatkan. Waktu saya OSPEK di kampus dulu, tau kan kalau OSPEK bawaannya rempong mulai dari ujung kaki sampai ujung rambut? Ayahkulah yang membuatkan propertinya hehehehe.... Pokoknya ayahku Juara Satu se-Dunia. :D :D

Kapan-kapan saya akan melanjutkan ceritanya,, heheheh ^_^" 
pantheng terus yak,,

Jumat, 03 Februari 2012

Saya Hanya Iri Saja Kok


Campbell Jilid 1
Membaca buku ini bagi saya bukan  membuat saya tambah pinter tapi justru membuat saya tambah dudul.  loh? Kok bisa?? Soalnya saya nggak ngerti isinya,,,hahahhahhahaha,,
Nah, Enaknya lagi kalo ikut lomba kayak gini itu waktu di tingkat Provinsi. Kenapa?? Kita bisa nginap di asrama haji Sukolilo, kenal dengan anak-anak dari SMA lain, dan pesangonnya itu lo,,, (bikin kita bisa kipas-kipas) hag,,hag,,yeah,,buat anak SMA kayak saya yang jarang megang duit warna merah uang segitu udah gedhe. Waktu saya amati ternyata semakin jauh tempat asalnya, semakin banyak uang saku yang diberikan dalam hati saya berkata (hadew,,,kalo kayak gini pengen pindah ke ujung Banyuwangi sana, kalau perlu Alas Purwo sekalian .. kekekekekekeke). 
Sebenernya saya membuat tulisan ini bukan untuk cerita-cerita ikut lomba itu. So? Saya sih hanya ingin mengungkapkan unek-unek dalam hati saya. Bagi saya sungguh sebuah fenomena dilematis ketika saya melihat antara pemenang Indonesia Idol dengan pemenang Olimpiade Sains. Ketika melihat Delon, Rini, Ihsan, atau Dirly menang menjadi penyanyi terbaik versi Indonesia Idol mereka begitu di elu-elu kan (ya iyalah,,masa’ di Gue-gue kan,,hag,,hag) oleh masyarakat. Rakyat Indonesia begitu bersemangat untuk melihat acara itu bahkan tidak eman untuk mengirimkan sms mendukung penyanyi favorit mereka. Selain itu, ketika mereka menjadi juara,,biyuhhh-biyuhhh,,hadiahnya nggak tanggung-tanggung. Hasil dari googling ne hadiah untuk para pemenang Indonesia Idol yaitu satu unit mobil  Suzuki Swift yang harganya di atas 100 jutah,,belum lagi uang tunai, belum lagi tetek bengek dari sponsor-sponsor pendukung, belum lagi kesempatan buat album solo, belum lagi,,,dan belum lagi,,, @,@


Dan ketika kulihat pemenang lomba olimpiade sains tingkat Internasional. Anak-anak bangsa yang mengharumkan nama negeri ini hanya mendapat kesempatan lewat di iklan baris tipi One saja atau kalau lagi mujur ya diwawancara oleh media. Beda dengan Indonesia Idol, AFI, atau Penghuni Terakhir yang punya acara khusus untuk meliput mereka. Saya tahu menjadikan anak hingga menjadi pemenang olimpiade sains tidaklah mudah. Butuh perjuangan besar dan keberanian untuk mencetak dan mengirimkan mereka di ajang Internasional (silakan baca buku Mestakung karya Prof. Yohanes Surya) atau bisa kunjungi websitenyahttp://www.yohanessurya.com/activities.php?pid=101&id=15


Disana kita akan disuguhi suka duka mereka ketika berjuang untuk mendapatkan medali. Huhuhuhu,, Jangan tanya seberapa besar hadiahnya, pemerintah paling hanya memberi 4-5 juta per anak atau jangan membayangkan mereka mendapat tawaran bermain sinetron atau iklan yang honornya jutaan. Mereka ditawari masuk Perguruan tinggi favorit di Indonesia geratis sudah sujud syukur..hehehe.. yeah, memang perguruan tinggi sudah memberi dispensasi untuk mereka supaya tidak membayar biaya kuliah secara penuh, tapi biaya hidup dan lain-lain??? tidak ada jaminan,, -lihat pemenang penghuni terakhir dapat rumah 2M jadi ngiler..xixixixix- Well..itulah paradoks di Indonesia.


Jadi, jangan heran dengan universitas-universitas luar negeri  yang suka lirak-lirik anak-anak cemerlang di Indonesia untuk disekolahkan gratis dan dijamin penghidupannya. Jangan heran pula banyak ilmuwan Indonesia yang lebih kerasan tinggal di luar negeri karena kehidupannya lebih layak..
The last,,Mereka adalah salah satu aset bangsa demi kemajuan IPTEK di Indonesia yang musti kita apresiasi prestasinya. Maju terus pendidikan Indonesia,,!! 
Never Ever Surrender wahai anak-anak bangsa,,!!
Nasib negara ini ada di dalam genggamanmu,,!!
Ganbatte Kudasai,,!!



Minggu, 22 Januari 2012

Yo Ngono: Miracle at Home

Yo Ngono: Miracle at Home: Miracles at Home Saya suka dengan buku yang bertema PARENTING atau tentang pengasuhan anak. Mengapa? ya tentulah karena saya calon ibuk...

Miracle at Home

Miracles at Home
Saya suka  dengan buku yang bertema PARENTING atau tentang pengasuhan anak. Mengapa? ya tentulah karena saya calon ibuk-ibuk yang nanti Insya Allah pasti punya jundi/jundiyah, heheheh... Dengan semangat Jargon Ibu adalah Sekolah pertama bagi anak, saya ingin berbagi sedikit tentang isi buku Karya dr. Zulaehah Hidayati atau yang biasa disapa dr. Zule.

Beliau menulis buku ini karena ingin berbagi tentang teknik pengasuhan yang beliau praktikkan selama ini. Mungkin hampir semua orang tua pasti mengalami problem dalam mengasuh buah hati. Problem itu bisa berupa anak yang susah diatur, susah makan, suka jajan, malas mandi, dan sebaginya. Masalah-masalah seperti itu jika dibiarkan berlarut-larut akan menjadikan jengkel si ibu dan tentunya si anak yang akan mendapatkan imbas dari kemarahan ibu.

Nah, di dalam buku Miracles at Home ini akan dipaparkan bagaimana teknik memecahkan problem tersebut. Dokter Zule menyebut tekniknya dengan teknik PARENTING. seperti apakah teknik tersebut??

Pantheng terus ya...